Lompat ke konten

UNDA University

Mahasiswa UNDA Terpilih Menjadi Delegasi Pemimpin Masa Depan di Indonesia Future Leaders Camp (FLC) 2025

SAMPIT – Universitas Darwan Ali (UNDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua sosok motor penggerak organisasi kampus, Ilham Armedia (Ketua BEM UNDA) dan Nasywa Salsabiila Romadhona (Wakil Ketua BEM UNDA), berhasil terpilih sebagai delegasi dalam ajang bergengsi Indonesia Future Leaders Camp (FLC) 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Universitas Pendidikan Ganesha, Denpasar, pada 25–28 November 2025.

UNDA: Representasi Tunggal dari Kotawaringin Timur

Prestasi ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi daerah, karena Universitas Darwan Ali merupakan satu-satunya perguruan tinggi dari Kotawaringin Timur yang berhasil meloloskan delegasinya dalam program ini. Keikutsertaan pucuk pimpinan BEM UNDA di Regional V (Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara) membuktikan bahwa kualitas kepemimpinan mahasiswa UNDA diakui secara nasional dan mampu bersaing dengan kampus-kampus besar lainnya di Indonesia.

Belajar Langsung dari Tokoh Nasional dan Teknokrat

Selama kegiatan, Ilham dan Nasywa mendapatkan bekal ilmu kepemimpinan strategis dari para pakar, pejabat negara, dan praktisi sukses. Beberapa pemateri utama yang memberikan wawasan antara lain:

  • Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi): Membahas pembangunan ekosistem kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045.
  • Hetifah Sjaifudian (Ketua Komisi X DPR RI): Membedah peran pemuda dalam kebijakan publik dan ruang partisipasi politik.
  • Imam Santoso (Dosen ITB): Memberikan materi tentang The Power of Storytelling dalam komunikasi publik.
  • Rizky Arief Dwi (CEO & Founder HMNS): Memotivasi peserta melalui sesi kewirausahaan untuk dampak sosial.
  • Agung Wicaksono (PT. Pertamina): Membagikan pelajaran kepemimpinan dari sektor korporasi layanan publik.

Mengasah Solusi Lewat “Policy Hackathon”

Salah satu agenda paling menantang dalam FLC 2025 adalah sesi Policy Hackathon atau Social Impact Challenge. Dalam sesi ini, Ketua dan Wakil Ketua BEM UNDA ditantang untuk berpikir kritis dan kolaboratif dalam merumuskan solusi atas permasalahan nyata yang dihadapi bangsa.

Melalui Policy Hackathon, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan cara menyusun draf kebijakan publik yang inovatif. Bekerja dalam tim lintas kampus, mereka menciptakan program “Diktisaintek Berdampak” yang dipresentasikan dalam format Mini Project. Pengalaman ini bertujuan membentuk pemimpin yang solutif dan mampu menghadirkan perubahan konkret bagi masyarakat.

Menularkan Semangat Kepemimpinan di Kampus

Sebagai pemimpin organisasi tertinggi di tingkat mahasiswa, kehadiran Ilham dan Nasywa dalam forum ini sangatlah strategis. Ilmu dan jejaring nasional yang didapatkan melalui FLC Alumni Network akan menjadi modal berharga untuk dibawa pulang ke Sampit. Sekembalinya dari kegiatan ini, mereka berkomitmen untuk membagikan pengalaman dan menularkan ilmu kepemimpinan tersebut kepada seluruh jajaran pengurus BEM UNDA serta mahasiswa lainnya.

Rektorat UNDA menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ilham dan Nasywa. Keberhasilan mereka diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa UNDA untuk terus aktif berorganisasi, berprestasi, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.